Friday, February 20, 2004

Merenungku sendiri mengenang lembar demi lembar perjalanan hidupku yang tiada henti
Tiap lapis demi lapis
Dari tertatih lalu tertawa
Hingga hati ini bertanya
Kemanakan bagian dari masa-masa terindah dalam hidupku?

Seakan waktu hanya milikku yang kugunakan sendiri dengan angkuh
Dan pahatan demi pahatan keriangan kuukir bersamanya

Aku tak mau disini tetapi disinilah aku memulai berdiri untuk lebih bertanggung jawab atas diriku sendiri
Disaat hitam melanda, dan tergugah keinginan untuk berhenti
Aku mulai letih

Tetapi keletihan itu tidak sebanding dengan keletihan-keletihan terpait yang pernah kumenangkan
Masa-masa terindah itu kembali datang mengulurkan tangan bahagianya
Kiranya aku tak mau berhenti mengenal dunia

.:Bandung, dalam sebuah renungan:.

PS: Ya Allah, semoga aku bisa membahagiakan kedua orangtuaku... Amin

Saturday, February 14, 2004

Aku ini adalah seonggok batu keangkuhan yang siap menjadi tumpuan orang lain untuk bersandar
Atas nama kemunafikan disini kuberharap ini semua tidak terjadi
Bahwa dirimulah manusia terindah yang kusadari

Dan ketika tubuhku yang terasa sakit
Saat tau bahwa dinding hatimu telah terukir oleh hiasan yang bukan karyaku
Dengan kedua bola mata ini kusaksikan cintaku terbenam bersama tenggelamnya matahari
Merajam perih istana hati yang telah kubangun berabad-abad untuk belajar mencintaimu

Walau harapan akan nadiku dialiri oleh cintamu masih selalu ada
Karena rasaku yang tak pernah usang
Ketika badai yang menakutkan itu berubah menjadi pelangi terindah dalam kisah hidupku
Kaulah satu-satunya tumpuanku saat tak mampu lagi berdiri untuk meraih cinta yang lain

Dan batu keangkuhan itu mulai terkikis perlahan...


.:Bandung, lagi-lagi tentang ego:.

PS: Heey... I love my life, tho!

Saturday, January 17, 2004

Mungkin delapan tahun itu masih singkat
Amat singkat bahkan
Delapan tahun itu berlalu begitu cepat
Delapan tahun penuh warna dan rasa
Memang tiada yang sempurna

Abadikah ini semua
Sampai hembusan dan detak terakhir
Lalu ketika sang pelaksana datang menjemput nyawa
Hingga duka yang tersiksa
Padahal masih banyak keinginan yang belum terlaksana

Delapan tahun itu adalah persinggahan
Persinggahan yang teramat nyaman
Sehingga ketika waktuku harus beranjak
Torehkan luka hati sampai terisak

Disuatu waktu
Dititi saat kita kembali bertemu
Lalu berseru...
"Dan persinggahan itu sangatlah indah "


.:Bandung, tentang sahabat:.

PS: Buat Agus "Igho " Salim, Esti Unita Riana,Indra Zistanto
Thanks for being my best friends...

Saturday, November 8, 2003

Seperti layaknya sang penyair
Kucoba memaknai artinya kenyataan
Lewat abu abu...
Kesedihan itu selalu datang menyapa

Berbagi bersamamu
Merupakan mimpi buruk bagiku

.:Bandung, mimpi buruk:.

PS: Sabar ye Jeq!

Saturday, September 20, 2003

Dan aku disini
Berdiri dalam puncak tertinggi
Telingaku yang mendadak tuli
Terdesak akan tekanan kekuasaan Illahi

Dalam sudut yang dingin
Kuucapkan suatu keinginan
Suatu saat nanti
Kan kubawa kau kesini
Agar kemegahan dalam penglihatanku ini
Menjadi bagian dari penglihatanmu, oh kekasih hati...


.:Melbourne, Mount Dangdenong:.

PS: I Miss U Both So Bad

Monday, September 15, 2003

Kegembiraannya menyiratkan kesedihan yang dalam
Mukanya berseri-seri tetapi jiwanya terlantar
Kata-kata menghibur dari mulutnya tak dapat menyembunyikan segumpal hati yang pilu
Wajar saja dia menyembunyikan semua prahara
Anggap itu tak pernah ada

Tapi jangan pernah dustai aku, Sobat!
Jiwaku dan jiwamu menyatu dalam sebuah kisah yang membuat nurani berlinang

Bila akhirnya rahasia cinta mulai menampakkan celahnya
Aku disini juga merasakan keterpurukanmu
Karena pada dasarnya dalam beda ada satu persamaan

Walau hanya setitik...
Begitu arifnya... Tak lekang oleh waktu


.:Melbourne, Phoenix Street:.

PS: menikmati jetlag

Sunday, September 14, 2003

Hai... aku kembali
Hanya untuk menyapa
Apa kabarmu hari ini
Karena aku dalam posisi terberkati
Makanya aku bisa ada disini lagi
Senang bisa berjumpa kembali...


.:Adelaide, Boarding Room Adelaide International Airport:.


PS: 15 menit setelah landing dengan mulus
Alhamdulillah... What a nice journey!