Sayangku...
Yang selalu buat hati bunda senang
Yang setiap gerakannya adalah keajaiban
Yang kata-kata "dadah"-nya membuat patah hati
Yang pelukan dan ciumannya adalah anugrah
Sayangku...
Waktu Bunda melihatmu tidur
Bunda baru tersadar
Kalau dirimu semakin hari beranjak besar
Dan padamu masa depan Bunda tersandar
Semoga cintaku padamu takkan pernah pudar
Dan dirimu akan selamanya berpijar
Selamat malam sayangku
Tidurlah dalam dekapanku selalu...
.:Jakarta, and The Night-Comer:.
PS: For my lovely son, Thaariq... Bunda loves you so much...
Sunday, October 16, 2005
Tuesday, August 2, 2005
Dia datang lagi
Aku mulai meracau
Apakah ini (lagi-lagi) pertanda
Aku hanya bisa pasrah
Dan pasrah
Kuserahkan hanya padaMu
Bila saatnya tiba
Aku titip ketiga pangeranku
Sampai saatnya lagi bertemu
Aku (akan) ikhlas...
(Bila ini dapat menghapus traumaku)
Aku (sudah) ikhlas...
.:Jakarta, lalu gulita:.
Aku mulai meracau
Apakah ini (lagi-lagi) pertanda
Aku hanya bisa pasrah
Dan pasrah
Kuserahkan hanya padaMu
Bila saatnya tiba
Aku titip ketiga pangeranku
Sampai saatnya lagi bertemu
Aku (akan) ikhlas...
(Bila ini dapat menghapus traumaku)
Aku (sudah) ikhlas...
.:Jakarta, lalu gulita:.
Subscribe to:
Posts (Atom)