Sajak-sajak berjatuhan seiring hembusan angin malam
Ingin sekali kuikat dia dalam pelukan
Mengejarnya dalam impian
Dalam bata-batas akal
Andai dia menikmati indahnya malam bersamaku
Apakah hatinya juga ikut menikmati?
Aneh sekali rasanya bermain-main dengan pikiran yang begitu menyiksa batinku
Tetapi aku begitu takut
Dalam keramaian gelak tawaku bersamanya
Aku begitu cemas
Apakah aku sanggup mengisi hatinya
Padahal disaat itu dia mendekapku
Dan aku berkejaran dengan kesedihan diiringi tawa rembulan
Andai dihatinya aku dapat mengukir bahagia
Aku begitu ingin menjemput masa depan bersamanya
.:Bandung, dalam harap:.
PS: Buat seseorang yang begitu sabar dalam semua amarahku...
Wednesday, May 12, 2004
Alysha...
Dalam renungan aku bermimpi
Bidadari kecil rendah hati
Tanpa sedikitpun merendahkan martabatnya
Diajari untuk selalu mengasihi
Walaupun hanya lewat senyuman...yang ikhlas
Bahwa cinta bukan hanya tempat untuk bersenang-senang belaka
Tidak juga untuk merenggut nestapa
Alysha...
Bidadari kecil yang tulus
Tak gampang meminta betapa ingin memiliki
Mengisi hati tiap jiwa
Bahwa dalam setiap nadi adalah milik sang pencipta
Walaupun hanya satu nafas saja
Tak sanggup berpaling darinya
Oh Alysha...
Jangan pernah bangunkan aku
.:Bandung, mimpi yang indah:.
PS: Bila kau dititipkan-Nya kepadaku...kelak
Dalam renungan aku bermimpi
Bidadari kecil rendah hati
Tanpa sedikitpun merendahkan martabatnya
Diajari untuk selalu mengasihi
Walaupun hanya lewat senyuman...yang ikhlas
Bahwa cinta bukan hanya tempat untuk bersenang-senang belaka
Tidak juga untuk merenggut nestapa
Alysha...
Bidadari kecil yang tulus
Tak gampang meminta betapa ingin memiliki
Mengisi hati tiap jiwa
Bahwa dalam setiap nadi adalah milik sang pencipta
Walaupun hanya satu nafas saja
Tak sanggup berpaling darinya
Oh Alysha...
Jangan pernah bangunkan aku
.:Bandung, mimpi yang indah:.
PS: Bila kau dititipkan-Nya kepadaku...kelak
Thursday, May 6, 2004
Sewaktu aku kecil...aku berangan-angan
Mempunyai adik kecil yang lucu
Yang bisa aku bawa...pamerkan kepada teman-temanku
Beranjak remaja...aku tak mau lagi adik kecil
Aku mau kakak perempuan
Tempat aku bercerita tentang segalanya
Tapi kini...aku tak mau keduanya
Karena aku telah mempunyai seorang kakak laki-laki
Dimana aku dibesarkan bersamanya
Tempatku memeluknya setelah aku berkelahi dengannya
Dalam marahnya...
Aku tau dia begitu menyayangiku
Dalam segala kekonyolannya...
Aku tau dia ingin menghiburku
Dalam perhatiannya...
Aku tau dia begitu memanjakanku
Aku benar-benar tak mau siapapun lagi sebagai saudaraku
Aku cuma mau kakak laki-lakiku
Karena aku begitu bangga memilikinya
.:Bandung, sibling:.
PS: Selamat ulang tahun ya 'Ka 11 May 2004
Aku sayang Kakak
Mempunyai adik kecil yang lucu
Yang bisa aku bawa...pamerkan kepada teman-temanku
Beranjak remaja...aku tak mau lagi adik kecil
Aku mau kakak perempuan
Tempat aku bercerita tentang segalanya
Tapi kini...aku tak mau keduanya
Karena aku telah mempunyai seorang kakak laki-laki
Dimana aku dibesarkan bersamanya
Tempatku memeluknya setelah aku berkelahi dengannya
Dalam marahnya...
Aku tau dia begitu menyayangiku
Dalam segala kekonyolannya...
Aku tau dia ingin menghiburku
Dalam perhatiannya...
Aku tau dia begitu memanjakanku
Aku benar-benar tak mau siapapun lagi sebagai saudaraku
Aku cuma mau kakak laki-lakiku
Karena aku begitu bangga memilikinya
.:Bandung, sibling:.
PS: Selamat ulang tahun ya 'Ka 11 May 2004
Aku sayang Kakak
Tuesday, May 4, 2004
Aku mengartikan cinta dengan sangat dangkal
Bahwa bila aku mencintainya...dia juga patut mencintaiku
Sampai akhirnya diriku merasa sakit
Tercabik-cabik oleh cinta yang harus terbalas
Menara keangkuhan mulai berdiri mendampingin kisi-kisi hati yang lara
Sementara aku merasa asing terhadap diriku sendiri
Kucoba arungi masa lalu
Rentangi kerinduan akan keindahannya
Walau dalam sunyi...dia adalah abadi
Dan cinta layak merangkulnya
Terseok-seok aku melangkah meninggalkan cinta yang sempit
Untuk mencari arti cinta yang lebih luas
Bahkan tanpa batas...
.:Bandung, dalam sunyi:.
PS: I'm so sleepy, but u make me happy
Bahwa bila aku mencintainya...dia juga patut mencintaiku
Sampai akhirnya diriku merasa sakit
Tercabik-cabik oleh cinta yang harus terbalas
Menara keangkuhan mulai berdiri mendampingin kisi-kisi hati yang lara
Sementara aku merasa asing terhadap diriku sendiri
Kucoba arungi masa lalu
Rentangi kerinduan akan keindahannya
Walau dalam sunyi...dia adalah abadi
Dan cinta layak merangkulnya
Terseok-seok aku melangkah meninggalkan cinta yang sempit
Untuk mencari arti cinta yang lebih luas
Bahkan tanpa batas...
.:Bandung, dalam sunyi:.
PS: I'm so sleepy, but u make me happy
Thursday, April 1, 2004
Wednesday, March 3, 2004
Aku bisa...
Ketika suatu malam terbangun dari mimpi buruk
Dan hal pertama yang kurasa
Kumengingat caramu tersenyum
Lalu akupun ikut tersenyum
Aku bisa...
Disaat peluh basahi tubuh ini
Kumengingat teduhnya sorot matamu
Dan tubuhku seakan berteduh
Aku bisa...
Sewaktu hanya melihat hitam dan putih
Dengan mengingat tawa candamu
Semuanya jadi seindah warna-warni pelangi
Terimakasih...
Untuk selalu berbagi kebisaan
Dan hidupku jadi sangatlah menakjubkan
.:Bandung, dalam hujan:.
PS: Lusa ke Jakarta... Yaay!
Ketika suatu malam terbangun dari mimpi buruk
Dan hal pertama yang kurasa
Kumengingat caramu tersenyum
Lalu akupun ikut tersenyum
Aku bisa...
Disaat peluh basahi tubuh ini
Kumengingat teduhnya sorot matamu
Dan tubuhku seakan berteduh
Aku bisa...
Sewaktu hanya melihat hitam dan putih
Dengan mengingat tawa candamu
Semuanya jadi seindah warna-warni pelangi
Terimakasih...
Untuk selalu berbagi kebisaan
Dan hidupku jadi sangatlah menakjubkan
.:Bandung, dalam hujan:.
PS: Lusa ke Jakarta... Yaay!
Friday, February 20, 2004
Merenungku sendiri mengenang lembar demi lembar perjalanan hidupku yang tiada henti
Tiap lapis demi lapis
Dari tertatih lalu tertawa
Hingga hati ini bertanya
Kemanakan bagian dari masa-masa terindah dalam hidupku?
Seakan waktu hanya milikku yang kugunakan sendiri dengan angkuh
Dan pahatan demi pahatan keriangan kuukir bersamanya
Aku tak mau disini tetapi disinilah aku memulai berdiri untuk lebih bertanggung jawab atas diriku sendiri
Disaat hitam melanda, dan tergugah keinginan untuk berhenti
Aku mulai letih
Tetapi keletihan itu tidak sebanding dengan keletihan-keletihan terpait yang pernah kumenangkan
Masa-masa terindah itu kembali datang mengulurkan tangan bahagianya
Kiranya aku tak mau berhenti mengenal dunia
.:Bandung, dalam sebuah renungan:.
PS: Ya Allah, semoga aku bisa membahagiakan kedua orangtuaku... Amin
Tiap lapis demi lapis
Dari tertatih lalu tertawa
Hingga hati ini bertanya
Kemanakan bagian dari masa-masa terindah dalam hidupku?
Seakan waktu hanya milikku yang kugunakan sendiri dengan angkuh
Dan pahatan demi pahatan keriangan kuukir bersamanya
Aku tak mau disini tetapi disinilah aku memulai berdiri untuk lebih bertanggung jawab atas diriku sendiri
Disaat hitam melanda, dan tergugah keinginan untuk berhenti
Aku mulai letih
Tetapi keletihan itu tidak sebanding dengan keletihan-keletihan terpait yang pernah kumenangkan
Masa-masa terindah itu kembali datang mengulurkan tangan bahagianya
Kiranya aku tak mau berhenti mengenal dunia
.:Bandung, dalam sebuah renungan:.
PS: Ya Allah, semoga aku bisa membahagiakan kedua orangtuaku... Amin
Saturday, February 14, 2004
Aku ini adalah seonggok batu keangkuhan yang siap menjadi tumpuan orang lain untuk bersandar
Atas nama kemunafikan disini kuberharap ini semua tidak terjadi
Bahwa dirimulah manusia terindah yang kusadari
Dan ketika tubuhku yang terasa sakit
Saat tau bahwa dinding hatimu telah terukir oleh hiasan yang bukan karyaku
Dengan kedua bola mata ini kusaksikan cintaku terbenam bersama tenggelamnya matahari
Merajam perih istana hati yang telah kubangun berabad-abad untuk belajar mencintaimu
Walau harapan akan nadiku dialiri oleh cintamu masih selalu ada
Karena rasaku yang tak pernah usang
Ketika badai yang menakutkan itu berubah menjadi pelangi terindah dalam kisah hidupku
Kaulah satu-satunya tumpuanku saat tak mampu lagi berdiri untuk meraih cinta yang lain
Dan batu keangkuhan itu mulai terkikis perlahan...
.:Bandung, lagi-lagi tentang ego:.
PS: Heey... I love my life, tho!
Atas nama kemunafikan disini kuberharap ini semua tidak terjadi
Bahwa dirimulah manusia terindah yang kusadari
Dan ketika tubuhku yang terasa sakit
Saat tau bahwa dinding hatimu telah terukir oleh hiasan yang bukan karyaku
Dengan kedua bola mata ini kusaksikan cintaku terbenam bersama tenggelamnya matahari
Merajam perih istana hati yang telah kubangun berabad-abad untuk belajar mencintaimu
Walau harapan akan nadiku dialiri oleh cintamu masih selalu ada
Karena rasaku yang tak pernah usang
Ketika badai yang menakutkan itu berubah menjadi pelangi terindah dalam kisah hidupku
Kaulah satu-satunya tumpuanku saat tak mampu lagi berdiri untuk meraih cinta yang lain
Dan batu keangkuhan itu mulai terkikis perlahan...
.:Bandung, lagi-lagi tentang ego:.
PS: Heey... I love my life, tho!
Saturday, January 17, 2004
Mungkin delapan tahun itu masih singkat
Amat singkat bahkan
Delapan tahun itu berlalu begitu cepat
Delapan tahun penuh warna dan rasa
Memang tiada yang sempurna
Abadikah ini semua
Sampai hembusan dan detak terakhir
Lalu ketika sang pelaksana datang menjemput nyawa
Hingga duka yang tersiksa
Padahal masih banyak keinginan yang belum terlaksana
Delapan tahun itu adalah persinggahan
Persinggahan yang teramat nyaman
Sehingga ketika waktuku harus beranjak
Torehkan luka hati sampai terisak
Disuatu waktu
Dititi saat kita kembali bertemu
Lalu berseru...
"Dan persinggahan itu sangatlah indah "
.:Bandung, tentang sahabat:.
PS: Buat Agus "Igho " Salim, Esti Unita Riana,Indra Zistanto
Thanks for being my best friends...
Amat singkat bahkan
Delapan tahun itu berlalu begitu cepat
Delapan tahun penuh warna dan rasa
Memang tiada yang sempurna
Abadikah ini semua
Sampai hembusan dan detak terakhir
Lalu ketika sang pelaksana datang menjemput nyawa
Hingga duka yang tersiksa
Padahal masih banyak keinginan yang belum terlaksana
Delapan tahun itu adalah persinggahan
Persinggahan yang teramat nyaman
Sehingga ketika waktuku harus beranjak
Torehkan luka hati sampai terisak
Disuatu waktu
Dititi saat kita kembali bertemu
Lalu berseru...
"Dan persinggahan itu sangatlah indah "
.:Bandung, tentang sahabat:.
PS: Buat Agus "Igho " Salim, Esti Unita Riana,Indra Zistanto
Thanks for being my best friends...
Subscribe to:
Posts (Atom)