Aku ini adalah seonggok batu keangkuhan yang siap menjadi tumpuan orang lain untuk bersandar
Atas nama kemunafikan disini kuberharap ini semua tidak terjadi
Bahwa dirimulah manusia terindah yang kusadari
Dan ketika tubuhku yang terasa sakit
Saat tau bahwa dinding hatimu telah terukir oleh hiasan yang bukan karyaku
Dengan kedua bola mata ini kusaksikan cintaku terbenam bersama tenggelamnya matahari
Merajam perih istana hati yang telah kubangun berabad-abad untuk belajar mencintaimu
Walau harapan akan nadiku dialiri oleh cintamu masih selalu ada
Karena rasaku yang tak pernah usang
Ketika badai yang menakutkan itu berubah menjadi pelangi terindah dalam kisah hidupku
Kaulah satu-satunya tumpuanku saat tak mampu lagi berdiri untuk meraih cinta yang lain
Dan batu keangkuhan itu mulai terkikis perlahan...
Sadang Serang - Bandung
I Love My Life!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment