Saturday, June 8, 2013

Kepada seorang penyihir
Tatap matanya sembilu
Detak nadinya pesat
Rona wajahnya pucat

Kepada seorang penyihir
Selasar hati menghentak
Semerbak wangi dupa
Asap berlarian meninggalkan nyolo

Kepada seorang penyihir
Bukan janggal
Bukan juga bengis
Mantra tak terwujud
Menangislah...
Menangislah...


.: Jakarta, the biggest pain and the magic spell :.

PS: Selamat jalan Papa sayang...

💔 Ridwan Kachpi 💔
20-05-1949
07-06-2013

Tuesday, February 14, 2012

Hey jiwa altruis
Aku datang membawa racun
Dan sedikit mantra
Dalam sekedipan mata
Apa yang ada dalam benakmu?
Berpeluh peluh merangkul waktu
Berpayah payah dalam gagah
Bagaimana dengan fuadmu?

Hey jiwa altruis
Sedikit saja egois

Sedikit saja


.: Jakarta, belajar egois :.

PS: stupid cupid!

Sunday, October 16, 2011

Jarak menuju setapak
Berjinjit menghapus jejak
Menyeruak membelah jajaran pinus
Akar kokoh bumi yang dihunus

Bimbang mencabik cabik pongah
Menyatu bisu menjerit terengah
Hirup nafasnya menggebu
Pada akhirnya dia adalah satu


.: Jakarta, dalam gerimis :.

Saturday, January 8, 2011

Would you walk with me until the end?

... would you?



.: Jakarta, and I miss you so :.

Saturday, December 26, 2009

Episode hujan tak pernah berkhianat
Tetes tetes cinta jatuh membuncah... ruah
Ragu aku dalam tanya
Mengapa usang selalu membawa ceria?
Menumpahkan tinta hingga menjelma kata kata
Mengapa cinta selalu membawa tanya?
Hingar bingar rasa berkecamuk didalam dada

Bintang kali ini mengalah pada hujan
Membiarkannya tergelak ramai menjauhi langit
Menari nari menuju bumi dengan sengit
Lalu tanah memeluk rindu menghapus dahaga
Episode hujan lagi lagi mengusik cerita

Cinta, cita, bahagia
Masih perlukah ada nestapa?


.: Jakarta, dalam hujan :.

PS:Rain never fails to make me happy...

Thursday, July 2, 2009

Mungkin aku berlayar menuju janubi
Dengan tawa berderai
Satu lagi episode binal
Janggal

Siapakah kamu?
Bagaikan jantur meneriakan cinta
Lalu kamu jemu?
Sosok pongah bertahta

Ya...
Rasa itu selalu ada


.: Jakarta, at the end of twenty :.

Monday, January 14, 2008


Pelangi kali ini adalah tandu
Masuk dalam relung yang membatu
Menyeruak beranjak pilu
Menyayat bulir bulir sewindu
Lalu aku tergugu

Dayang dayang bersenandung syahdu
Abaikan semua sembilu
Pada ragu
Pada abu abu
Aku rindu

Kamu...


.: Jakarta, tentang sebuah rindu :.