Kepada seorang penyihir
Tatap matanya sembilu
Detak nadinya pesat
Rona wajahnya pucat
Kepada seorang penyihir
Selasar hati menghentak
Semerbak wangi dupa
Asap berlarian meninggalkan nyolo
Kepada seorang penyihir
Bukan janggal
Bukan juga bengis
Mantra tak terwujud
Menangislah...
Menangislah...
.: Jakarta, the biggest pain and the magic spell :.
PS: Selamat jalan Papa sayang...
💔 Ridwan Kachpi 💔
20-05-1949
07-06-2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment