Kesederhanaannya mengangkatku dari nestapa
Kebersahajaannya jauhkan aku dari bimbang belaka
Selalu ada cinta untukku walau kerap kucabik batinnya
Dan kini...
Keduanya mulai menua
Semoga kebahagiaan merangkul dalam senjanya...
.:Bandung, dalam penyesalan:.
PS: Buat Papa & Mamaku tersayang...
Thursday, April 1, 2004
Wednesday, March 3, 2004
Aku bisa...
Ketika suatu malam terbangun dari mimpi buruk
Dan hal pertama yang kurasa
Kumengingat caramu tersenyum
Lalu akupun ikut tersenyum
Aku bisa...
Disaat peluh basahi tubuh ini
Kumengingat teduhnya sorot matamu
Dan tubuhku seakan berteduh
Aku bisa...
Sewaktu hanya melihat hitam dan putih
Dengan mengingat tawa candamu
Semuanya jadi seindah warna-warni pelangi
Terimakasih...
Untuk selalu berbagi kebisaan
Dan hidupku jadi sangatlah menakjubkan
.:Bandung, dalam hujan:.
PS: Lusa ke Jakarta... Yaay!
Ketika suatu malam terbangun dari mimpi buruk
Dan hal pertama yang kurasa
Kumengingat caramu tersenyum
Lalu akupun ikut tersenyum
Aku bisa...
Disaat peluh basahi tubuh ini
Kumengingat teduhnya sorot matamu
Dan tubuhku seakan berteduh
Aku bisa...
Sewaktu hanya melihat hitam dan putih
Dengan mengingat tawa candamu
Semuanya jadi seindah warna-warni pelangi
Terimakasih...
Untuk selalu berbagi kebisaan
Dan hidupku jadi sangatlah menakjubkan
.:Bandung, dalam hujan:.
PS: Lusa ke Jakarta... Yaay!
Friday, February 20, 2004
Merenungku sendiri mengenang lembar demi lembar perjalanan hidupku yang tiada henti
Tiap lapis demi lapis
Dari tertatih lalu tertawa
Hingga hati ini bertanya
Kemanakan bagian dari masa-masa terindah dalam hidupku?
Seakan waktu hanya milikku yang kugunakan sendiri dengan angkuh
Dan pahatan demi pahatan keriangan kuukir bersamanya
Aku tak mau disini tetapi disinilah aku memulai berdiri untuk lebih bertanggung jawab atas diriku sendiri
Disaat hitam melanda, dan tergugah keinginan untuk berhenti
Aku mulai letih
Tetapi keletihan itu tidak sebanding dengan keletihan-keletihan terpait yang pernah kumenangkan
Masa-masa terindah itu kembali datang mengulurkan tangan bahagianya
Kiranya aku tak mau berhenti mengenal dunia
.:Bandung, dalam sebuah renungan:.
PS: Ya Allah, semoga aku bisa membahagiakan kedua orangtuaku... Amin
Tiap lapis demi lapis
Dari tertatih lalu tertawa
Hingga hati ini bertanya
Kemanakan bagian dari masa-masa terindah dalam hidupku?
Seakan waktu hanya milikku yang kugunakan sendiri dengan angkuh
Dan pahatan demi pahatan keriangan kuukir bersamanya
Aku tak mau disini tetapi disinilah aku memulai berdiri untuk lebih bertanggung jawab atas diriku sendiri
Disaat hitam melanda, dan tergugah keinginan untuk berhenti
Aku mulai letih
Tetapi keletihan itu tidak sebanding dengan keletihan-keletihan terpait yang pernah kumenangkan
Masa-masa terindah itu kembali datang mengulurkan tangan bahagianya
Kiranya aku tak mau berhenti mengenal dunia
.:Bandung, dalam sebuah renungan:.
PS: Ya Allah, semoga aku bisa membahagiakan kedua orangtuaku... Amin
Saturday, February 14, 2004
Aku ini adalah seonggok batu keangkuhan yang siap menjadi tumpuan orang lain untuk bersandar
Atas nama kemunafikan disini kuberharap ini semua tidak terjadi
Bahwa dirimulah manusia terindah yang kusadari
Dan ketika tubuhku yang terasa sakit
Saat tau bahwa dinding hatimu telah terukir oleh hiasan yang bukan karyaku
Dengan kedua bola mata ini kusaksikan cintaku terbenam bersama tenggelamnya matahari
Merajam perih istana hati yang telah kubangun berabad-abad untuk belajar mencintaimu
Walau harapan akan nadiku dialiri oleh cintamu masih selalu ada
Karena rasaku yang tak pernah usang
Ketika badai yang menakutkan itu berubah menjadi pelangi terindah dalam kisah hidupku
Kaulah satu-satunya tumpuanku saat tak mampu lagi berdiri untuk meraih cinta yang lain
Dan batu keangkuhan itu mulai terkikis perlahan...
.:Bandung, lagi-lagi tentang ego:.
PS: Heey... I love my life, tho!
Atas nama kemunafikan disini kuberharap ini semua tidak terjadi
Bahwa dirimulah manusia terindah yang kusadari
Dan ketika tubuhku yang terasa sakit
Saat tau bahwa dinding hatimu telah terukir oleh hiasan yang bukan karyaku
Dengan kedua bola mata ini kusaksikan cintaku terbenam bersama tenggelamnya matahari
Merajam perih istana hati yang telah kubangun berabad-abad untuk belajar mencintaimu
Walau harapan akan nadiku dialiri oleh cintamu masih selalu ada
Karena rasaku yang tak pernah usang
Ketika badai yang menakutkan itu berubah menjadi pelangi terindah dalam kisah hidupku
Kaulah satu-satunya tumpuanku saat tak mampu lagi berdiri untuk meraih cinta yang lain
Dan batu keangkuhan itu mulai terkikis perlahan...
.:Bandung, lagi-lagi tentang ego:.
PS: Heey... I love my life, tho!
Saturday, January 17, 2004
Mungkin delapan tahun itu masih singkat
Amat singkat bahkan
Delapan tahun itu berlalu begitu cepat
Delapan tahun penuh warna dan rasa
Memang tiada yang sempurna
Abadikah ini semua
Sampai hembusan dan detak terakhir
Lalu ketika sang pelaksana datang menjemput nyawa
Hingga duka yang tersiksa
Padahal masih banyak keinginan yang belum terlaksana
Delapan tahun itu adalah persinggahan
Persinggahan yang teramat nyaman
Sehingga ketika waktuku harus beranjak
Torehkan luka hati sampai terisak
Disuatu waktu
Dititi saat kita kembali bertemu
Lalu berseru...
"Dan persinggahan itu sangatlah indah "
.:Bandung, tentang sahabat:.
PS: Buat Agus "Igho " Salim, Esti Unita Riana,Indra Zistanto
Thanks for being my best friends...
Amat singkat bahkan
Delapan tahun itu berlalu begitu cepat
Delapan tahun penuh warna dan rasa
Memang tiada yang sempurna
Abadikah ini semua
Sampai hembusan dan detak terakhir
Lalu ketika sang pelaksana datang menjemput nyawa
Hingga duka yang tersiksa
Padahal masih banyak keinginan yang belum terlaksana
Delapan tahun itu adalah persinggahan
Persinggahan yang teramat nyaman
Sehingga ketika waktuku harus beranjak
Torehkan luka hati sampai terisak
Disuatu waktu
Dititi saat kita kembali bertemu
Lalu berseru...
"Dan persinggahan itu sangatlah indah "
.:Bandung, tentang sahabat:.
PS: Buat Agus "Igho " Salim, Esti Unita Riana,Indra Zistanto
Thanks for being my best friends...
Saturday, November 8, 2003
Saturday, September 20, 2003
Dan aku disini
Berdiri dalam puncak tertinggi
Telingaku yang mendadak tuli
Terdesak akan tekanan kekuasaan Illahi
Dalam sudut yang dingin
Kuucapkan suatu keinginan
Suatu saat nanti
Kan kubawa kau kesini
Agar kemegahan dalam penglihatanku ini
Menjadi bagian dari penglihatanmu, oh kekasih hati...
.:Melbourne, Mount Dangdenong:.
PS: I Miss U Both So Bad
Berdiri dalam puncak tertinggi
Telingaku yang mendadak tuli
Terdesak akan tekanan kekuasaan Illahi
Dalam sudut yang dingin
Kuucapkan suatu keinginan
Suatu saat nanti
Kan kubawa kau kesini
Agar kemegahan dalam penglihatanku ini
Menjadi bagian dari penglihatanmu, oh kekasih hati...
.:Melbourne, Mount Dangdenong:.
PS: I Miss U Both So Bad
Subscribe to:
Posts (Atom)