Bila amarah dan emosi meraja
Meruntuhkan kuil-kuil kepercayaan
Menggeser kasih bermakna
Aku bahkan tak percaya
Atas apa yang terjadi
Begitu gelapnya hati ini
Begitu angkuhnya aku
Oh detik yang berdetak...
Sudikah kau
Bisikkan penyesalanku padanya
Aku bukan pencinta sejati
Tetapi dia memberiku arti
Dicintai layaknya sang putri
Selamat tinggal pujanggaku
Sampai jumpa dalam puisi-puisi indahmu
Sekeping pecahan hatiku, kutitipkan padamu
Semoga kau selalu ingat aku
.:Bandung, and the broken hearted:.
PS: Bye 27 August! U're just too good to be true
Sunday, September 10, 2000
Monday, July 17, 2000
Sobat baikku...
Awal kebencianku mengikat dirimu menjadi sobatku
Kau rangkai persahabatan kita dengan gelak tawa
Kau jaga diriku, tak ternodai
Sejukkan dahaga hatiku
Amarahku tak menyusutkan rasa tulusmu
Hari-hariku penuh dengan nafasmu
Seakan kita takkan terpisahkan, anganku tersandar padamu
Sobat baikku...
Tanpa kuasa kau pergi menyayat luka yang dalam
Lelah jiwaku menangis menagih bahagia yang dulu tercipta
Pedih hatiku resapi kenangan yang dulu ada
Sobat baikku...
Terimakasih untuk kenangan indah yang telah kita lewati bersama
Kusudahi keterlenaanku akan pedih tanpamu
Semoga kau bahagia disana
Selamat jalan sahabatku...
Dedicated to Chairullah (Heru)
2 September 1980 - 23 January 2000
.:Bandung, in a deep lost:.
PS: Buat Heru... benci gue waktu tau lo udah gak ada! -Bagus Rangin 15-
Awal kebencianku mengikat dirimu menjadi sobatku
Kau rangkai persahabatan kita dengan gelak tawa
Kau jaga diriku, tak ternodai
Sejukkan dahaga hatiku
Amarahku tak menyusutkan rasa tulusmu
Hari-hariku penuh dengan nafasmu
Seakan kita takkan terpisahkan, anganku tersandar padamu
Sobat baikku...
Tanpa kuasa kau pergi menyayat luka yang dalam
Lelah jiwaku menangis menagih bahagia yang dulu tercipta
Pedih hatiku resapi kenangan yang dulu ada
Sobat baikku...
Terimakasih untuk kenangan indah yang telah kita lewati bersama
Kusudahi keterlenaanku akan pedih tanpamu
Semoga kau bahagia disana
Selamat jalan sahabatku...
Dedicated to Chairullah (Heru)
2 September 1980 - 23 January 2000
.:Bandung, in a deep lost:.
PS: Buat Heru... benci gue waktu tau lo udah gak ada! -Bagus Rangin 15-
Sunday, July 2, 2000
Malam ini...
Atau tepatnya lewat tengah malam ini
Sayup-sayup terdengar lagu kesayanganku di radio
Ntah apa sebenarnya yang sedang aku rasakan
Umurku telah bertambah satu
Satu tahun juga telah kulewati dikota kecil ini
Banyak cerita yang telah kujalani
Rasa sedih kehilangan seorang sahabat masih menyayat hati
Perih tak terperi
Diriku sendiri bertanya
Mengapa aku begitu merindukannya
Mengapa dia...
Dia yang tak ada
Padahal aku mencintai seseorang
Dan seseorang juga mencintaiku
Apakah aku begitu kehilangan dirinya?
Adilkah semua ini?
Mungkin adil...
Bahkan teramat!
Jauh kulihat kebawah
Paling tidak aku pernah merasakan kehadirannya
Begitu murni...
Begitu putih...
Seperti petikan dawai biola
.:Bandung, in a truly deeply lost:.
PS: Happy birthday my self!
Hiks...sedih...
Atau tepatnya lewat tengah malam ini
Sayup-sayup terdengar lagu kesayanganku di radio
Ntah apa sebenarnya yang sedang aku rasakan
Umurku telah bertambah satu
Satu tahun juga telah kulewati dikota kecil ini
Banyak cerita yang telah kujalani
Rasa sedih kehilangan seorang sahabat masih menyayat hati
Perih tak terperi
Diriku sendiri bertanya
Mengapa aku begitu merindukannya
Mengapa dia...
Dia yang tak ada
Padahal aku mencintai seseorang
Dan seseorang juga mencintaiku
Apakah aku begitu kehilangan dirinya?
Adilkah semua ini?
Mungkin adil...
Bahkan teramat!
Jauh kulihat kebawah
Paling tidak aku pernah merasakan kehadirannya
Begitu murni...
Begitu putih...
Seperti petikan dawai biola
.:Bandung, in a truly deeply lost:.
PS: Happy birthday my self!
Hiks...sedih...
Friday, August 20, 1999
Rumput ini lagi
Pohon ini lagi
Tanah ini lagi
Ah, lagi-lagi disini
Semuanya masih seperti yang dulu
Lima huruf untukmu
S E T I A
Setia akan keluh kesahku
Setia akan canda tawaku
Setia akan kisah cintaku
Hari ini begini
Hari esok begitu
Si ini begini
Si itu begitu
Ceritaku tanpa henti
Tertelan disini
Kadang kubertanya disaat hatiku gundah
"Bisukah kamu?"
"Tulikah kamu?"
Hanya semilir angin menerpaku
Seakan mendekap dan berkata
Semua akan baik-baik saja
Hanya pohon-pohon besarmu yang meneduhkan diriku
Juga hatiku
Hanya rumput-rumputmu yang bergoyang
Seakan menghibur dan mengajakku menari
Hanya itu...
Itu-itu saja...
Tapi setia...
.:London, Hendon Park and feelin' blue:.
PS: I really miss you, guys...
Pohon ini lagi
Tanah ini lagi
Ah, lagi-lagi disini
Semuanya masih seperti yang dulu
Lima huruf untukmu
S E T I A
Setia akan keluh kesahku
Setia akan canda tawaku
Setia akan kisah cintaku
Hari ini begini
Hari esok begitu
Si ini begini
Si itu begitu
Ceritaku tanpa henti
Tertelan disini
Kadang kubertanya disaat hatiku gundah
"Bisukah kamu?"
"Tulikah kamu?"
Hanya semilir angin menerpaku
Seakan mendekap dan berkata
Semua akan baik-baik saja
Hanya pohon-pohon besarmu yang meneduhkan diriku
Juga hatiku
Hanya rumput-rumputmu yang bergoyang
Seakan menghibur dan mengajakku menari
Hanya itu...
Itu-itu saja...
Tapi setia...
.:London, Hendon Park and feelin' blue:.
PS: I really miss you, guys...
Wednesday, March 3, 1999
Jiwaku terjaga
Tergugah...
Masih ada...
Begitu berliku dia
Mencari kedamaian
Bukan ancaman
Risau...
Rindu itu kasat mata
Hanya hatiku yang dapat merasa
Lalu tertunduk
Terdiam...
Membisu...
.:London, Gatwick Airport dan sebuah kisah:.
PS: Selepas dahaga akan keingintahuan yang sangat besar...
...and today is a flight day!
Woohooo..I really love this job!
Tergugah...
Masih ada...
Begitu berliku dia
Mencari kedamaian
Bukan ancaman
Risau...
Rindu itu kasat mata
Hanya hatiku yang dapat merasa
Lalu tertunduk
Terdiam...
Membisu...
.:London, Gatwick Airport dan sebuah kisah:.
PS: Selepas dahaga akan keingintahuan yang sangat besar...
...and today is a flight day!
Woohooo..I really love this job!
Thursday, December 3, 1998
Aku belajar untuk mengerti kata-kata yang tak pernah terucap
Menggapai kalbu yang dalam
Menggenggamnya walau kasat mata
Ruang dalam jiwa yang kosong mendesak untuk diisi
Karena detik mulai berpacu
Sedangkan angan belum sempat terwujud
Dalam pojok harapan
Lalu mulai terlelap melupakan semua jeritan ketiadaan
Betapa aku mencintaiMu...
Tak bertepi...
.:Makkah al-Mukarramah, dalam cintaku padaMu:.
PS: Ya Allah, bawaku kembali bersimpuh didepan Ka'bah nan Agung
Menggapai kalbu yang dalam
Menggenggamnya walau kasat mata
Ruang dalam jiwa yang kosong mendesak untuk diisi
Karena detik mulai berpacu
Sedangkan angan belum sempat terwujud
Dalam pojok harapan
Lalu mulai terlelap melupakan semua jeritan ketiadaan
Betapa aku mencintaiMu...
Tak bertepi...
.:Makkah al-Mukarramah, dalam cintaku padaMu:.
PS: Ya Allah, bawaku kembali bersimpuh didepan Ka'bah nan Agung
Thursday, August 27, 1998
Subscribe to:
Posts (Atom)