Bila amarah dan emosi meraja
Meruntuhkan kuil-kuil kepercayaan
Menggeser kasih bermakna
Aku bahkan tak percaya
Atas apa yang terjadi
Begitu gelapnya hati ini
Begitu angkuhnya aku
Oh detik yang berdetak...
Sudikah kau
Bisikkan penyesalanku padanya
Aku bukan pencinta sejati
Tetapi dia memberiku arti
Dicintai layaknya sang putri
Selamat tinggal pujanggaku
Sampai jumpa dalam puisi-puisi indahmu
Sekeping pecahan hatiku, kutitipkan padamu
Semoga kau selalu ingat aku
H Wasid 4 - Bandung
Bye 27 Auguts! U'rejust too good to be true
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment