Tuhan...
Tolong pegang tangan ini
Aku sudah mulai buta
Renggutlah jiwa ini
Hingga tak berkata
Lelah Tuhan...
Engkau Maha Tau
Lara ini
Aku pulang
Mencari cinta yang hilang
.:Jakarta, dalam kelam:.
PS: ini untukmu... be strong!
Wednesday, June 20, 2007
Saturday, December 9, 2006
Mata itu begitu bening...
Seperti kristal
begitu tajam...
Seperti bintang penembus
Penembus hatiku yang galau
Membasuh luka laraku
Secercah sinar itu datang lagi
Tanpa malu-malu...tanpa basa-basi
Dia...
Datang untuk bawa kebahagiaan itu
Dia...
Anugrah terindah untukku
.:Jakarta, anugrah terindah:.
PS: For my lovely Thaariq n Athaaya... Love u both so much!
Seperti kristal
begitu tajam...
Seperti bintang penembus
Penembus hatiku yang galau
Membasuh luka laraku
Secercah sinar itu datang lagi
Tanpa malu-malu...tanpa basa-basi
Dia...
Datang untuk bawa kebahagiaan itu
Dia...
Anugrah terindah untukku
.:Jakarta, anugrah terindah:.
PS: For my lovely Thaariq n Athaaya... Love u both so much!
Wednesday, May 24, 2006
Sunday, May 21, 2006
Saturday, January 7, 2006
Aku ingin...
Tetap bisa memeluknya
Tetap bisa menciumnya
Tetap bisa menjadi bagian dari hari2nya
Tetap bisa (mungkin) menjadi bagian dari hatinya
Bisa menjadi sahabatnya
Menjadi pelipur hatinya
Mungkin sedikit dicintainya dengan sepenuh hati... (dan bukan hanya di bibir saja)
Disaat lara menyapanya, aku menjadi orang yang dia butuhkan
Dan saat maut menyapa, aku ingin mendahuluinya .... (karna aku tak sanggup lagi terluka)
Aku ingin...
Tetap bisa mencintainya
Dengan caraku sendiri
.:Jakarta, dalam harap:.
Tetap bisa memeluknya
Tetap bisa menciumnya
Tetap bisa menjadi bagian dari hari2nya
Tetap bisa (mungkin) menjadi bagian dari hatinya
Bisa menjadi sahabatnya
Menjadi pelipur hatinya
Mungkin sedikit dicintainya dengan sepenuh hati... (dan bukan hanya di bibir saja)
Disaat lara menyapanya, aku menjadi orang yang dia butuhkan
Dan saat maut menyapa, aku ingin mendahuluinya .... (karna aku tak sanggup lagi terluka)
Aku ingin...
Tetap bisa mencintainya
Dengan caraku sendiri
.:Jakarta, dalam harap:.
Sunday, October 16, 2005
Sayangku...
Yang selalu buat hati bunda senang
Yang setiap gerakannya adalah keajaiban
Yang kata-kata "dadah"-nya membuat patah hati
Yang pelukan dan ciumannya adalah anugrah
Sayangku...
Waktu Bunda melihatmu tidur
Bunda baru tersadar
Kalau dirimu semakin hari beranjak besar
Dan padamu masa depan Bunda tersandar
Semoga cintaku padamu takkan pernah pudar
Dan dirimu akan selamanya berpijar
Selamat malam sayangku
Tidurlah dalam dekapanku selalu...
.:Jakarta, and The Night-Comer:.
PS: For my lovely son, Thaariq... Bunda loves you so much...
Yang selalu buat hati bunda senang
Yang setiap gerakannya adalah keajaiban
Yang kata-kata "dadah"-nya membuat patah hati
Yang pelukan dan ciumannya adalah anugrah
Sayangku...
Waktu Bunda melihatmu tidur
Bunda baru tersadar
Kalau dirimu semakin hari beranjak besar
Dan padamu masa depan Bunda tersandar
Semoga cintaku padamu takkan pernah pudar
Dan dirimu akan selamanya berpijar
Selamat malam sayangku
Tidurlah dalam dekapanku selalu...
.:Jakarta, and The Night-Comer:.
PS: For my lovely son, Thaariq... Bunda loves you so much...
Tuesday, August 2, 2005
Dia datang lagi
Aku mulai meracau
Apakah ini (lagi-lagi) pertanda
Aku hanya bisa pasrah
Dan pasrah
Kuserahkan hanya padaMu
Bila saatnya tiba
Aku titip ketiga pangeranku
Sampai saatnya lagi bertemu
Aku (akan) ikhlas...
(Bila ini dapat menghapus traumaku)
Aku (sudah) ikhlas...
.:Jakarta, lalu gulita:.
Aku mulai meracau
Apakah ini (lagi-lagi) pertanda
Aku hanya bisa pasrah
Dan pasrah
Kuserahkan hanya padaMu
Bila saatnya tiba
Aku titip ketiga pangeranku
Sampai saatnya lagi bertemu
Aku (akan) ikhlas...
(Bila ini dapat menghapus traumaku)
Aku (sudah) ikhlas...
.:Jakarta, lalu gulita:.
Subscribe to:
Posts (Atom)