Sehangat sapamu di pagi hari
Menyelimuti diri dari dinginnya hati ini
Sepanas baramu di tengah hari
Bakar semangat koyahkan keterlelapanku selama ini
Seiring detik berdetak di senja hari
Kuingin selalu mencintaimu sepenuh hati
Bersamamu duhai matahariku
Aku rela mengukur waktu
.: Jakarta, dan sebuah anugrah :.
PS: For my lovely son, Thaariq n Athaaya...I Think the world of you!
Monday, January 7, 2008
Sunday, October 21, 2007
Wednesday, June 20, 2007
Saturday, December 9, 2006
Mata itu begitu bening...
Seperti kristal
begitu tajam...
Seperti bintang penembus
Penembus hatiku yang galau
Membasuh luka laraku
Secercah sinar itu datang lagi
Tanpa malu-malu...tanpa basa-basi
Dia...
Datang untuk bawa kebahagiaan itu
Dia...
Anugrah terindah untukku
.:Jakarta, anugrah terindah:.
PS: For my lovely Thaariq n Athaaya... Love u both so much!
Seperti kristal
begitu tajam...
Seperti bintang penembus
Penembus hatiku yang galau
Membasuh luka laraku
Secercah sinar itu datang lagi
Tanpa malu-malu...tanpa basa-basi
Dia...
Datang untuk bawa kebahagiaan itu
Dia...
Anugrah terindah untukku
.:Jakarta, anugrah terindah:.
PS: For my lovely Thaariq n Athaaya... Love u both so much!
Wednesday, May 24, 2006
Sunday, May 21, 2006
Saturday, January 7, 2006
Aku ingin...
Tetap bisa memeluknya
Tetap bisa menciumnya
Tetap bisa menjadi bagian dari hari2nya
Tetap bisa (mungkin) menjadi bagian dari hatinya
Bisa menjadi sahabatnya
Menjadi pelipur hatinya
Mungkin sedikit dicintainya dengan sepenuh hati... (dan bukan hanya di bibir saja)
Disaat lara menyapanya, aku menjadi orang yang dia butuhkan
Dan saat maut menyapa, aku ingin mendahuluinya .... (karna aku tak sanggup lagi terluka)
Aku ingin...
Tetap bisa mencintainya
Dengan caraku sendiri
.:Jakarta, dalam harap:.
Tetap bisa memeluknya
Tetap bisa menciumnya
Tetap bisa menjadi bagian dari hari2nya
Tetap bisa (mungkin) menjadi bagian dari hatinya
Bisa menjadi sahabatnya
Menjadi pelipur hatinya
Mungkin sedikit dicintainya dengan sepenuh hati... (dan bukan hanya di bibir saja)
Disaat lara menyapanya, aku menjadi orang yang dia butuhkan
Dan saat maut menyapa, aku ingin mendahuluinya .... (karna aku tak sanggup lagi terluka)
Aku ingin...
Tetap bisa mencintainya
Dengan caraku sendiri
.:Jakarta, dalam harap:.
Subscribe to:
Posts (Atom)