Monday, January 7, 2008

Sehangat sapamu di pagi hari
Menyelimuti diri dari dinginnya hati ini

Sepanas baramu di tengah hari
Bakar semangat koyahkan keterlelapanku selama ini

Seiring detik berdetak di senja hari
Kuingin selalu mencintaimu sepenuh hati

Bersamamu duhai matahariku
Aku rela mengukur waktu


.: Jakarta, dan sebuah anugrah :.

PS: For my lovely son, Thaariq n Athaaya...I Think the world of you!

Sunday, October 21, 2007

Dari batas kata yang tak lekang oleh waktu
Bertanduk rindu
Beratap rasa
Damai

Lalu mengapa ada gemuruh
Kepayahan
Tak berkata
Sepi

Mencari seribu jawaban
Dan seratus alasan
Atas sejuta ketidakpahaman
Puaskah?


.: Jakarta, dalam rintik :.

PS: semoga tak ada trauma padamu, sayangku...

Wednesday, June 20, 2007

Tuhan...
Tolong pegang tangan ini
Aku sudah mulai buta
Renggutlah jiwa ini
Hingga tak berkata

Lelah Tuhan...
Engkau Maha Tau
Lara ini

Aku pulang
Mencari cinta yang hilang


.:Jakarta, dalam kelam:.

PS: ini untukmu... be strong!

Saturday, December 9, 2006

Mata itu begitu bening...
Seperti kristal
begitu tajam...
Seperti bintang penembus

Penembus hatiku yang galau
Membasuh luka laraku
Secercah sinar itu datang lagi
Tanpa malu-malu...tanpa basa-basi

Dia...
Datang untuk bawa kebahagiaan itu
Dia...
Anugrah terindah untukku


.:Jakarta, anugrah terindah:.

PS: For my lovely Thaariq n Athaaya... Love u both so much!

Wednesday, May 24, 2006

Hari ini aku jatuh cinta
Pada senyuman yang sebagian dari guratannya adalah senyumanku
Dan senyuman itu adalah anugrah yang menembus jantung hatiku


.:Jakarta, dalam cinta:.

PS: For my lovely Thaariq n Athaaya... everyday I love u

Sunday, May 21, 2006

Jangan kau datang
Untuk coba sentuh hati ini
Hanya ragu yang ada didalam kalbu
Bilakah cinta itu memang ada
Bilakah kau tidak mengkhianatiku...
Seperti dia yang lalu...


.:Jakarta, dalam bimbang:.

PS: jangan jadikan trauma menyurutkan niat baikmu, sahabatku...

Saturday, January 7, 2006

Aku ingin...
Tetap bisa memeluknya
Tetap bisa menciumnya
Tetap bisa menjadi bagian dari hari2nya
Tetap bisa (mungkin) menjadi bagian dari hatinya
Bisa menjadi sahabatnya
Menjadi pelipur hatinya
Mungkin sedikit dicintainya dengan sepenuh hati... (dan bukan hanya di bibir saja)
Disaat lara menyapanya, aku menjadi orang yang dia butuhkan
Dan saat maut menyapa, aku ingin mendahuluinya .... (karna aku tak sanggup lagi terluka)

Aku ingin...
Tetap bisa mencintainya
Dengan caraku sendiri


.:Jakarta, dalam harap:.