Mata itu begitu bening...
Seperti kristal
begitu tajam...
Seperti bintang penembus
Penembus hatiku yang galau
Membasuh luka laraku
Secercah sinar itu datang lagi
Tanpa malu-malu...tanpa basa-basi
Dia...
Datang untuk bawa kebahagiaan itu
Dia...
Anugrah terindah untukku
.:Jakarta, anugrah terindah:.
PS: For my lovely Thaariq n Athaaya... Love u both so much!
Saturday, December 9, 2006
Wednesday, May 24, 2006
Sunday, May 21, 2006
Saturday, January 7, 2006
Aku ingin...
Tetap bisa memeluknya
Tetap bisa menciumnya
Tetap bisa menjadi bagian dari hari2nya
Tetap bisa (mungkin) menjadi bagian dari hatinya
Bisa menjadi sahabatnya
Menjadi pelipur hatinya
Mungkin sedikit dicintainya dengan sepenuh hati... (dan bukan hanya di bibir saja)
Disaat lara menyapanya, aku menjadi orang yang dia butuhkan
Dan saat maut menyapa, aku ingin mendahuluinya .... (karna aku tak sanggup lagi terluka)
Aku ingin...
Tetap bisa mencintainya
Dengan caraku sendiri
.:Jakarta, dalam harap:.
Tetap bisa memeluknya
Tetap bisa menciumnya
Tetap bisa menjadi bagian dari hari2nya
Tetap bisa (mungkin) menjadi bagian dari hatinya
Bisa menjadi sahabatnya
Menjadi pelipur hatinya
Mungkin sedikit dicintainya dengan sepenuh hati... (dan bukan hanya di bibir saja)
Disaat lara menyapanya, aku menjadi orang yang dia butuhkan
Dan saat maut menyapa, aku ingin mendahuluinya .... (karna aku tak sanggup lagi terluka)
Aku ingin...
Tetap bisa mencintainya
Dengan caraku sendiri
.:Jakarta, dalam harap:.
Sunday, October 16, 2005
Sayangku...
Yang selalu buat hati bunda senang
Yang setiap gerakannya adalah keajaiban
Yang kata-kata "dadah"-nya membuat patah hati
Yang pelukan dan ciumannya adalah anugrah
Sayangku...
Waktu Bunda melihatmu tidur
Bunda baru tersadar
Kalau dirimu semakin hari beranjak besar
Dan padamu masa depan Bunda tersandar
Semoga cintaku padamu takkan pernah pudar
Dan dirimu akan selamanya berpijar
Selamat malam sayangku
Tidurlah dalam dekapanku selalu...
.:Jakarta, and The Night-Comer:.
PS: For my lovely son, Thaariq... Bunda loves you so much...
Yang selalu buat hati bunda senang
Yang setiap gerakannya adalah keajaiban
Yang kata-kata "dadah"-nya membuat patah hati
Yang pelukan dan ciumannya adalah anugrah
Sayangku...
Waktu Bunda melihatmu tidur
Bunda baru tersadar
Kalau dirimu semakin hari beranjak besar
Dan padamu masa depan Bunda tersandar
Semoga cintaku padamu takkan pernah pudar
Dan dirimu akan selamanya berpijar
Selamat malam sayangku
Tidurlah dalam dekapanku selalu...
.:Jakarta, and The Night-Comer:.
PS: For my lovely son, Thaariq... Bunda loves you so much...
Tuesday, August 2, 2005
Dia datang lagi
Aku mulai meracau
Apakah ini (lagi-lagi) pertanda
Aku hanya bisa pasrah
Dan pasrah
Kuserahkan hanya padaMu
Bila saatnya tiba
Aku titip ketiga pangeranku
Sampai saatnya lagi bertemu
Aku (akan) ikhlas...
(Bila ini dapat menghapus traumaku)
Aku (sudah) ikhlas...
.:Jakarta, lalu gulita:.
Aku mulai meracau
Apakah ini (lagi-lagi) pertanda
Aku hanya bisa pasrah
Dan pasrah
Kuserahkan hanya padaMu
Bila saatnya tiba
Aku titip ketiga pangeranku
Sampai saatnya lagi bertemu
Aku (akan) ikhlas...
(Bila ini dapat menghapus traumaku)
Aku (sudah) ikhlas...
.:Jakarta, lalu gulita:.
Wednesday, May 12, 2004
Sajak-sajak berjatuhan seiring hembusan angin malam
Ingin sekali kuikat dia dalam pelukan
Mengejarnya dalam impian
Dalam bata-batas akal
Andai dia menikmati indahnya malam bersamaku
Apakah hatinya juga ikut menikmati?
Aneh sekali rasanya bermain-main dengan pikiran yang begitu menyiksa batinku
Tetapi aku begitu takut
Dalam keramaian gelak tawaku bersamanya
Aku begitu cemas
Apakah aku sanggup mengisi hatinya
Padahal disaat itu dia mendekapku
Dan aku berkejaran dengan kesedihan diiringi tawa rembulan
Andai dihatinya aku dapat mengukir bahagia
Aku begitu ingin menjemput masa depan bersamanya
.:Bandung, dalam harap:.
PS: Buat seseorang yang begitu sabar dalam semua amarahku...
Ingin sekali kuikat dia dalam pelukan
Mengejarnya dalam impian
Dalam bata-batas akal
Andai dia menikmati indahnya malam bersamaku
Apakah hatinya juga ikut menikmati?
Aneh sekali rasanya bermain-main dengan pikiran yang begitu menyiksa batinku
Tetapi aku begitu takut
Dalam keramaian gelak tawaku bersamanya
Aku begitu cemas
Apakah aku sanggup mengisi hatinya
Padahal disaat itu dia mendekapku
Dan aku berkejaran dengan kesedihan diiringi tawa rembulan
Andai dihatinya aku dapat mengukir bahagia
Aku begitu ingin menjemput masa depan bersamanya
.:Bandung, dalam harap:.
PS: Buat seseorang yang begitu sabar dalam semua amarahku...
Subscribe to:
Posts (Atom)