Wednesday, May 24, 2006

Hari ini aku jatuh cinta
Pada senyuman yang sebagian dari guratannya adalah senyumanku
Dan senyuman itu adalah anugrah yang menembus jantung hatiku


.:Jakarta, dalam cinta:.

PS: For my lovely Thaariq n Athaaya... everyday I love u

Sunday, May 21, 2006

Jangan kau datang
Untuk coba sentuh hati ini
Hanya ragu yang ada didalam kalbu
Bilakah cinta itu memang ada
Bilakah kau tidak mengkhianatiku...
Seperti dia yang lalu...


.:Jakarta, dalam bimbang:.

PS: jangan jadikan trauma menyurutkan niat baikmu, sahabatku...

Saturday, January 7, 2006

Aku ingin...
Tetap bisa memeluknya
Tetap bisa menciumnya
Tetap bisa menjadi bagian dari hari2nya
Tetap bisa (mungkin) menjadi bagian dari hatinya
Bisa menjadi sahabatnya
Menjadi pelipur hatinya
Mungkin sedikit dicintainya dengan sepenuh hati... (dan bukan hanya di bibir saja)
Disaat lara menyapanya, aku menjadi orang yang dia butuhkan
Dan saat maut menyapa, aku ingin mendahuluinya .... (karna aku tak sanggup lagi terluka)

Aku ingin...
Tetap bisa mencintainya
Dengan caraku sendiri


.:Jakarta, dalam harap:.


Sunday, October 16, 2005

Sayangku...
Yang selalu buat hati bunda senang
Yang setiap gerakannya adalah keajaiban
Yang kata-kata "dadah"-nya membuat patah hati
Yang pelukan dan ciumannya adalah anugrah

Sayangku...
Waktu Bunda melihatmu tidur
Bunda baru tersadar
Kalau dirimu semakin hari beranjak besar
Dan padamu masa depan Bunda tersandar
Semoga cintaku padamu takkan pernah pudar
Dan dirimu akan selamanya berpijar

Selamat malam sayangku
Tidurlah dalam dekapanku selalu...

.:Jakarta, and The Night-Comer:.

PS: For my lovely son, Thaariq... Bunda loves you so much...

Tuesday, August 2, 2005

Dia datang lagi
Aku mulai meracau
Apakah ini (lagi-lagi) pertanda
Aku hanya bisa pasrah
Dan pasrah

Kuserahkan hanya padaMu
Bila saatnya tiba
Aku titip ketiga pangeranku
Sampai saatnya lagi bertemu

Aku (akan) ikhlas...
(Bila ini dapat menghapus traumaku)
Aku (sudah) ikhlas...


.:Jakarta, lalu gulita:.

Wednesday, May 12, 2004

Sajak-sajak berjatuhan seiring hembusan angin malam
Ingin sekali kuikat dia dalam pelukan
Mengejarnya dalam impian
Dalam bata-batas akal

Andai dia menikmati indahnya malam bersamaku
Apakah hatinya juga ikut menikmati?
Aneh sekali rasanya bermain-main dengan pikiran yang begitu menyiksa batinku
Tetapi aku begitu takut

Dalam keramaian gelak tawaku bersamanya
Aku begitu cemas
Apakah aku sanggup mengisi hatinya
Padahal disaat itu dia mendekapku
Dan aku berkejaran dengan kesedihan diiringi tawa rembulan

Andai dihatinya aku dapat mengukir bahagia
Aku begitu ingin menjemput masa depan bersamanya


.:Bandung, dalam harap:.

PS: Buat seseorang yang begitu sabar dalam semua amarahku...
Alysha...
Dalam renungan aku bermimpi
Bidadari kecil rendah hati
Tanpa sedikitpun merendahkan martabatnya
Diajari untuk selalu mengasihi
Walaupun hanya lewat senyuman...yang ikhlas
Bahwa cinta bukan hanya tempat untuk bersenang-senang belaka
Tidak juga untuk merenggut nestapa

Alysha...
Bidadari kecil yang tulus
Tak gampang meminta betapa ingin memiliki
Mengisi hati tiap jiwa
Bahwa dalam setiap nadi adalah milik sang pencipta
Walaupun hanya satu nafas saja
Tak sanggup berpaling darinya

Oh Alysha...
Jangan pernah bangunkan aku


.:Bandung, mimpi yang indah:.

PS: Bila kau dititipkan-Nya kepadaku...kelak