Tuesday, August 2, 2005

Dia datang lagi
Aku mulai meracau
Apakah ini (lagi-lagi) pertanda
Aku hanya bisa pasrah
Dan pasrah

Kuserahkan hanya padaMu
Bila saatnya tiba
Aku titip ketiga pangeranku
Sampai saatnya lagi bertemu

Aku (akan) ikhlas...
(Bila ini dapat menghapus traumaku)
Aku (sudah) ikhlas...


.:Jakarta, lalu gulita:.

Wednesday, May 12, 2004

Sajak-sajak berjatuhan seiring hembusan angin malam
Ingin sekali kuikat dia dalam pelukan
Mengejarnya dalam impian
Dalam bata-batas akal

Andai dia menikmati indahnya malam bersamaku
Apakah hatinya juga ikut menikmati?
Aneh sekali rasanya bermain-main dengan pikiran yang begitu menyiksa batinku
Tetapi aku begitu takut

Dalam keramaian gelak tawaku bersamanya
Aku begitu cemas
Apakah aku sanggup mengisi hatinya
Padahal disaat itu dia mendekapku
Dan aku berkejaran dengan kesedihan diiringi tawa rembulan

Andai dihatinya aku dapat mengukir bahagia
Aku begitu ingin menjemput masa depan bersamanya


.:Bandung, dalam harap:.

PS: Buat seseorang yang begitu sabar dalam semua amarahku...
Alysha...
Dalam renungan aku bermimpi
Bidadari kecil rendah hati
Tanpa sedikitpun merendahkan martabatnya
Diajari untuk selalu mengasihi
Walaupun hanya lewat senyuman...yang ikhlas
Bahwa cinta bukan hanya tempat untuk bersenang-senang belaka
Tidak juga untuk merenggut nestapa

Alysha...
Bidadari kecil yang tulus
Tak gampang meminta betapa ingin memiliki
Mengisi hati tiap jiwa
Bahwa dalam setiap nadi adalah milik sang pencipta
Walaupun hanya satu nafas saja
Tak sanggup berpaling darinya

Oh Alysha...
Jangan pernah bangunkan aku


.:Bandung, mimpi yang indah:.

PS: Bila kau dititipkan-Nya kepadaku...kelak

Thursday, May 6, 2004

Sewaktu aku kecil...aku berangan-angan
Mempunyai adik kecil yang lucu
Yang bisa aku bawa...pamerkan kepada teman-temanku

Beranjak remaja...aku tak mau lagi adik kecil
Aku mau kakak perempuan
Tempat aku bercerita tentang segalanya

Tapi kini...aku tak mau keduanya
Karena aku telah mempunyai seorang kakak laki-laki
Dimana aku dibesarkan bersamanya
Tempatku memeluknya setelah aku berkelahi dengannya

Dalam marahnya...
Aku tau dia begitu menyayangiku
Dalam segala kekonyolannya...
Aku tau dia ingin menghiburku
Dalam perhatiannya...
Aku tau dia begitu memanjakanku

Aku benar-benar tak mau siapapun lagi sebagai saudaraku
Aku cuma mau kakak laki-lakiku
Karena aku begitu bangga memilikinya


.:Bandung, sibling:.

PS: Selamat ulang tahun ya 'Ka 11 May 2004
Aku sayang Kakak

Tuesday, May 4, 2004

Aku mengartikan cinta dengan sangat dangkal
Bahwa bila aku mencintainya...dia juga patut mencintaiku
Sampai akhirnya diriku merasa sakit
Tercabik-cabik oleh cinta yang harus terbalas

Menara keangkuhan mulai berdiri mendampingin kisi-kisi hati yang lara
Sementara aku merasa asing terhadap diriku sendiri

Kucoba arungi masa lalu
Rentangi kerinduan akan keindahannya
Walau dalam sunyi...dia adalah abadi
Dan cinta layak merangkulnya

Terseok-seok aku melangkah meninggalkan cinta yang sempit
Untuk mencari arti cinta yang lebih luas

Bahkan tanpa batas...

.:Bandung, dalam sunyi:.

PS: I'm so sleepy, but u make me happy

Thursday, April 1, 2004

Kesederhanaannya mengangkatku dari nestapa
Kebersahajaannya jauhkan aku dari bimbang belaka
Selalu ada cinta untukku walau kerap kucabik batinnya

Dan kini...
Keduanya mulai menua
Semoga kebahagiaan merangkul dalam senjanya...


.:Bandung, dalam penyesalan:.

PS: Buat Papa & Mamaku tersayang...

Wednesday, March 3, 2004

Aku bisa...
Ketika suatu malam terbangun dari mimpi buruk
Dan hal pertama yang kurasa
Kumengingat caramu tersenyum
Lalu akupun ikut tersenyum

Aku bisa...
Disaat peluh basahi tubuh ini
Kumengingat teduhnya sorot matamu
Dan tubuhku seakan berteduh

Aku bisa...
Sewaktu hanya melihat hitam dan putih
Dengan mengingat tawa candamu
Semuanya jadi seindah warna-warni pelangi

Terimakasih...
Untuk selalu berbagi kebisaan
Dan hidupku jadi sangatlah menakjubkan


.:Bandung, dalam hujan:.

PS: Lusa ke Jakarta... Yaay!