Kepada seorang penyihir
Tatap matanya sembilu
Detak nadinya pesat
Rona wajahnya pucat
Kepada seorang penyihir
Selasar hati menghentak
Semerbak wangi dupa
Asap berlarian meninggalkan nyolo
Kepada seorang penyihir
Bukan janggal
Bukan juga bengis
Mantra tak terwujud
Menangislah...
Menangislah...
.: Jakarta, the biggest pain and the magic spell :.
PS: Selamat jalan Papa sayang...
💔 Ridwan Kachpi 💔
20-05-1949
07-06-2013
Saturday, June 8, 2013
Tuesday, February 14, 2012
Sunday, October 16, 2011
Saturday, January 8, 2011
Saturday, December 26, 2009
Episode hujan tak pernah berkhianat
Tetes tetes cinta jatuh membuncah... ruah
Ragu aku dalam tanya
Mengapa usang selalu membawa ceria?
Menumpahkan tinta hingga menjelma kata kata
Mengapa cinta selalu membawa tanya?
Hingar bingar rasa berkecamuk didalam dada
Bintang kali ini mengalah pada hujan
Membiarkannya tergelak ramai menjauhi langit
Menari nari menuju bumi dengan sengit
Lalu tanah memeluk rindu menghapus dahaga
Episode hujan lagi lagi mengusik cerita
Cinta, cita, bahagia
Masih perlukah ada nestapa?
.: Jakarta, dalam hujan :.
PS:Rain never fails to make me happy...
Tetes tetes cinta jatuh membuncah... ruah
Ragu aku dalam tanya
Mengapa usang selalu membawa ceria?
Menumpahkan tinta hingga menjelma kata kata
Mengapa cinta selalu membawa tanya?
Hingar bingar rasa berkecamuk didalam dada
Bintang kali ini mengalah pada hujan
Membiarkannya tergelak ramai menjauhi langit
Menari nari menuju bumi dengan sengit
Lalu tanah memeluk rindu menghapus dahaga
Episode hujan lagi lagi mengusik cerita
Cinta, cita, bahagia
Masih perlukah ada nestapa?
.: Jakarta, dalam hujan :.
PS:Rain never fails to make me happy...
Thursday, July 2, 2009
Monday, January 14, 2008
Monday, January 7, 2008
Sehangat sapamu di pagi hari
Menyelimuti diri dari dinginnya hati ini
Sepanas baramu di tengah hari
Bakar semangat koyahkan keterlelapanku selama ini
Seiring detik berdetak di senja hari
Kuingin selalu mencintaimu sepenuh hati
Bersamamu duhai matahariku
Aku rela mengukur waktu
.: Jakarta, dan sebuah anugrah :.
PS: For my lovely son, Thaariq n Athaaya...I Think the world of you!
Menyelimuti diri dari dinginnya hati ini
Sepanas baramu di tengah hari
Bakar semangat koyahkan keterlelapanku selama ini
Seiring detik berdetak di senja hari
Kuingin selalu mencintaimu sepenuh hati
Bersamamu duhai matahariku
Aku rela mengukur waktu
.: Jakarta, dan sebuah anugrah :.
PS: For my lovely son, Thaariq n Athaaya...I Think the world of you!
Sunday, October 21, 2007
Wednesday, June 20, 2007
Saturday, December 9, 2006
Mata itu begitu bening...
Seperti kristal
begitu tajam...
Seperti bintang penembus
Penembus hatiku yang galau
Membasuh luka laraku
Secercah sinar itu datang lagi
Tanpa malu-malu...tanpa basa-basi
Dia...
Datang untuk bawa kebahagiaan itu
Dia...
Anugrah terindah untukku
.:Jakarta, anugrah terindah:.
PS: For my lovely Thaariq n Athaaya... Love u both so much!
Seperti kristal
begitu tajam...
Seperti bintang penembus
Penembus hatiku yang galau
Membasuh luka laraku
Secercah sinar itu datang lagi
Tanpa malu-malu...tanpa basa-basi
Dia...
Datang untuk bawa kebahagiaan itu
Dia...
Anugrah terindah untukku
.:Jakarta, anugrah terindah:.
PS: For my lovely Thaariq n Athaaya... Love u both so much!
Wednesday, May 24, 2006
Sunday, May 21, 2006
Saturday, January 7, 2006
Aku ingin...
Tetap bisa memeluknya
Tetap bisa menciumnya
Tetap bisa menjadi bagian dari hari2nya
Tetap bisa (mungkin) menjadi bagian dari hatinya
Bisa menjadi sahabatnya
Menjadi pelipur hatinya
Mungkin sedikit dicintainya dengan sepenuh hati... (dan bukan hanya di bibir saja)
Disaat lara menyapanya, aku menjadi orang yang dia butuhkan
Dan saat maut menyapa, aku ingin mendahuluinya .... (karna aku tak sanggup lagi terluka)
Aku ingin...
Tetap bisa mencintainya
Dengan caraku sendiri
.:Jakarta, dalam harap:.
Tetap bisa memeluknya
Tetap bisa menciumnya
Tetap bisa menjadi bagian dari hari2nya
Tetap bisa (mungkin) menjadi bagian dari hatinya
Bisa menjadi sahabatnya
Menjadi pelipur hatinya
Mungkin sedikit dicintainya dengan sepenuh hati... (dan bukan hanya di bibir saja)
Disaat lara menyapanya, aku menjadi orang yang dia butuhkan
Dan saat maut menyapa, aku ingin mendahuluinya .... (karna aku tak sanggup lagi terluka)
Aku ingin...
Tetap bisa mencintainya
Dengan caraku sendiri
.:Jakarta, dalam harap:.
Sunday, October 16, 2005
Sayangku...
Yang selalu buat hati bunda senang
Yang setiap gerakannya adalah keajaiban
Yang kata-kata "dadah"-nya membuat patah hati
Yang pelukan dan ciumannya adalah anugrah
Sayangku...
Waktu Bunda melihatmu tidur
Bunda baru tersadar
Kalau dirimu semakin hari beranjak besar
Dan padamu masa depan Bunda tersandar
Semoga cintaku padamu takkan pernah pudar
Dan dirimu akan selamanya berpijar
Selamat malam sayangku
Tidurlah dalam dekapanku selalu...
.:Jakarta, and The Night-Comer:.
PS: For my lovely son, Thaariq... Bunda loves you so much...
Yang selalu buat hati bunda senang
Yang setiap gerakannya adalah keajaiban
Yang kata-kata "dadah"-nya membuat patah hati
Yang pelukan dan ciumannya adalah anugrah
Sayangku...
Waktu Bunda melihatmu tidur
Bunda baru tersadar
Kalau dirimu semakin hari beranjak besar
Dan padamu masa depan Bunda tersandar
Semoga cintaku padamu takkan pernah pudar
Dan dirimu akan selamanya berpijar
Selamat malam sayangku
Tidurlah dalam dekapanku selalu...
.:Jakarta, and The Night-Comer:.
PS: For my lovely son, Thaariq... Bunda loves you so much...
Tuesday, August 2, 2005
Dia datang lagi
Aku mulai meracau
Apakah ini (lagi-lagi) pertanda
Aku hanya bisa pasrah
Dan pasrah
Kuserahkan hanya padaMu
Bila saatnya tiba
Aku titip ketiga pangeranku
Sampai saatnya lagi bertemu
Aku (akan) ikhlas...
(Bila ini dapat menghapus traumaku)
Aku (sudah) ikhlas...
.:Jakarta, lalu gulita:.
Aku mulai meracau
Apakah ini (lagi-lagi) pertanda
Aku hanya bisa pasrah
Dan pasrah
Kuserahkan hanya padaMu
Bila saatnya tiba
Aku titip ketiga pangeranku
Sampai saatnya lagi bertemu
Aku (akan) ikhlas...
(Bila ini dapat menghapus traumaku)
Aku (sudah) ikhlas...
.:Jakarta, lalu gulita:.
Wednesday, May 12, 2004
Sajak-sajak berjatuhan seiring hembusan angin malam
Ingin sekali kuikat dia dalam pelukan
Mengejarnya dalam impian
Dalam bata-batas akal
Andai dia menikmati indahnya malam bersamaku
Apakah hatinya juga ikut menikmati?
Aneh sekali rasanya bermain-main dengan pikiran yang begitu menyiksa batinku
Tetapi aku begitu takut
Dalam keramaian gelak tawaku bersamanya
Aku begitu cemas
Apakah aku sanggup mengisi hatinya
Padahal disaat itu dia mendekapku
Dan aku berkejaran dengan kesedihan diiringi tawa rembulan
Andai dihatinya aku dapat mengukir bahagia
Aku begitu ingin menjemput masa depan bersamanya
.:Bandung, dalam harap:.
PS: Buat seseorang yang begitu sabar dalam semua amarahku...
Ingin sekali kuikat dia dalam pelukan
Mengejarnya dalam impian
Dalam bata-batas akal
Andai dia menikmati indahnya malam bersamaku
Apakah hatinya juga ikut menikmati?
Aneh sekali rasanya bermain-main dengan pikiran yang begitu menyiksa batinku
Tetapi aku begitu takut
Dalam keramaian gelak tawaku bersamanya
Aku begitu cemas
Apakah aku sanggup mengisi hatinya
Padahal disaat itu dia mendekapku
Dan aku berkejaran dengan kesedihan diiringi tawa rembulan
Andai dihatinya aku dapat mengukir bahagia
Aku begitu ingin menjemput masa depan bersamanya
.:Bandung, dalam harap:.
PS: Buat seseorang yang begitu sabar dalam semua amarahku...
Alysha...
Dalam renungan aku bermimpi
Bidadari kecil rendah hati
Tanpa sedikitpun merendahkan martabatnya
Diajari untuk selalu mengasihi
Walaupun hanya lewat senyuman...yang ikhlas
Bahwa cinta bukan hanya tempat untuk bersenang-senang belaka
Tidak juga untuk merenggut nestapa
Alysha...
Bidadari kecil yang tulus
Tak gampang meminta betapa ingin memiliki
Mengisi hati tiap jiwa
Bahwa dalam setiap nadi adalah milik sang pencipta
Walaupun hanya satu nafas saja
Tak sanggup berpaling darinya
Oh Alysha...
Jangan pernah bangunkan aku
.:Bandung, mimpi yang indah:.
PS: Bila kau dititipkan-Nya kepadaku...kelak
Dalam renungan aku bermimpi
Bidadari kecil rendah hati
Tanpa sedikitpun merendahkan martabatnya
Diajari untuk selalu mengasihi
Walaupun hanya lewat senyuman...yang ikhlas
Bahwa cinta bukan hanya tempat untuk bersenang-senang belaka
Tidak juga untuk merenggut nestapa
Alysha...
Bidadari kecil yang tulus
Tak gampang meminta betapa ingin memiliki
Mengisi hati tiap jiwa
Bahwa dalam setiap nadi adalah milik sang pencipta
Walaupun hanya satu nafas saja
Tak sanggup berpaling darinya
Oh Alysha...
Jangan pernah bangunkan aku
.:Bandung, mimpi yang indah:.
PS: Bila kau dititipkan-Nya kepadaku...kelak
Thursday, May 6, 2004
Sewaktu aku kecil...aku berangan-angan
Mempunyai adik kecil yang lucu
Yang bisa aku bawa...pamerkan kepada teman-temanku
Beranjak remaja...aku tak mau lagi adik kecil
Aku mau kakak perempuan
Tempat aku bercerita tentang segalanya
Tapi kini...aku tak mau keduanya
Karena aku telah mempunyai seorang kakak laki-laki
Dimana aku dibesarkan bersamanya
Tempatku memeluknya setelah aku berkelahi dengannya
Dalam marahnya...
Aku tau dia begitu menyayangiku
Dalam segala kekonyolannya...
Aku tau dia ingin menghiburku
Dalam perhatiannya...
Aku tau dia begitu memanjakanku
Aku benar-benar tak mau siapapun lagi sebagai saudaraku
Aku cuma mau kakak laki-lakiku
Karena aku begitu bangga memilikinya
.:Bandung, sibling:.
PS: Selamat ulang tahun ya 'Ka 11 May 2004
Aku sayang Kakak
Mempunyai adik kecil yang lucu
Yang bisa aku bawa...pamerkan kepada teman-temanku
Beranjak remaja...aku tak mau lagi adik kecil
Aku mau kakak perempuan
Tempat aku bercerita tentang segalanya
Tapi kini...aku tak mau keduanya
Karena aku telah mempunyai seorang kakak laki-laki
Dimana aku dibesarkan bersamanya
Tempatku memeluknya setelah aku berkelahi dengannya
Dalam marahnya...
Aku tau dia begitu menyayangiku
Dalam segala kekonyolannya...
Aku tau dia ingin menghiburku
Dalam perhatiannya...
Aku tau dia begitu memanjakanku
Aku benar-benar tak mau siapapun lagi sebagai saudaraku
Aku cuma mau kakak laki-lakiku
Karena aku begitu bangga memilikinya
.:Bandung, sibling:.
PS: Selamat ulang tahun ya 'Ka 11 May 2004
Aku sayang Kakak
Tuesday, May 4, 2004
Aku mengartikan cinta dengan sangat dangkal
Bahwa bila aku mencintainya...dia juga patut mencintaiku
Sampai akhirnya diriku merasa sakit
Tercabik-cabik oleh cinta yang harus terbalas
Menara keangkuhan mulai berdiri mendampingin kisi-kisi hati yang lara
Sementara aku merasa asing terhadap diriku sendiri
Kucoba arungi masa lalu
Rentangi kerinduan akan keindahannya
Walau dalam sunyi...dia adalah abadi
Dan cinta layak merangkulnya
Terseok-seok aku melangkah meninggalkan cinta yang sempit
Untuk mencari arti cinta yang lebih luas
Bahkan tanpa batas...
.:Bandung, dalam sunyi:.
PS: I'm so sleepy, but u make me happy
Bahwa bila aku mencintainya...dia juga patut mencintaiku
Sampai akhirnya diriku merasa sakit
Tercabik-cabik oleh cinta yang harus terbalas
Menara keangkuhan mulai berdiri mendampingin kisi-kisi hati yang lara
Sementara aku merasa asing terhadap diriku sendiri
Kucoba arungi masa lalu
Rentangi kerinduan akan keindahannya
Walau dalam sunyi...dia adalah abadi
Dan cinta layak merangkulnya
Terseok-seok aku melangkah meninggalkan cinta yang sempit
Untuk mencari arti cinta yang lebih luas
Bahkan tanpa batas...
.:Bandung, dalam sunyi:.
PS: I'm so sleepy, but u make me happy
Subscribe to:
Posts (Atom)